trauma

Ini Penting! 5 Tanda Psikologis dari Trauma yang Mungkin Belum Kamu Ketahui!

Trauma adalah pengalaman yang bisa mempengaruhi kita secara mendalam. Walaupun terkadang kita merasa sudah pulih, trauma bisa tetap mengganggu kita.

Terkadang, kita mungkin tidak menyadari bahwa luka psikologis akibat trauma masih ada dalam diri kita dan bisa terpicu dalam situasi-situasi tertentu.

Menurut perawat kesehatan mental Stephanie A. Wright, trauma trigger adalah stimulus apa pun yang mengingatkan kita pada trauma masa lalu dan memicu reaksi emosional atau perilaku yang kuat, sehingga kita merasa seolah-olah kita mengalami trauma itu lagi.

Tanda-tanda ini bersifat unik untuk setiap individu dan seringkali sulit untuk dikenali. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan lima tanda psikologis yang menandakan bahwa luka trauma Anda terpicu, seperti yang diungkapkan oleh para ahli. Mari kita eksplorasi lebih lanjut.

2 1

1. Pikiran Intrusif

Menurut terapis perilaku kognitif, Dr. Seth J. Gillahan, orang yang mengalami trauma seringkali memiliki pikiran intrusif. Pikiran ini biasanya terkait dengan kenangan tentang trauma yang mereka coba blokir dari pikiran mereka, tetapi pikiran tersebut terus muncul berulang kali, seolah-olah diputar dalam benak mereka seperti loop.

Memiliki pikiran intrusif bisa sangat mengganggu, namun sebenarnya adalah sinyal dari bawah sadar kita bahwa kita perlu bekerja melalui trauma yang belum sembuh.

Baca Juga: Tidak Bisa Fokus? 6 Tanda Kamu Sedang Depresi, Bukan Malas

2. Mimpi Buruk dan Insomnia

Salah satu tanda lain bahwa luka trauma Anda terpicu adalah kesulitan tidur, baik karena insomnia atau mimpi buruk. Mimpi buruk adalah cara lain bagi pikiran kita untuk memberi tahu kita bahwa kita masih merasakan luka dari trauma masa lalu, dan hingga kita memprosesnya sepenuhnya, kita mungkin akan mengalami kembali trauma tersebut dalam mimpi kita.

Hal ini terjadi ketika pikiran bawah sadar kita mengambil alih, dan kita mungkin mengalami kesulitan tidur. Ini adalah tanda bahwa kita harus mengatasi trauma yang belum sembuh.

4 1

3. Ledakan Emosional

Selain efek kognitif yang telah disebutkan, ada juga manifestasi emosional dari trauma yang terpicu. Dr. Gillahan menjelaskan bahwa perasaan kuat seperti ketakutan, kecemasan, dan kemarahan adalah reaksi umum terhadap trauma.

Terkadang, perasaan ini begitu menghancurkan sehingga dapat menyebabkan ledakan emosional intens, seperti marah dan bersikap kasar kepada orang lain bahkan karena hal-hal kecil.

Kesehatan Jiwa juga mungkin menjadi lebih mudah tersinggung dan tegang dalam jangka waktu yang lama setelah kejadian yang memicu trauma, meskipun mereka mungkin tidak selalu tahu mengapa ini terjadi.

4. Hipervigilans

Ketika sesuatu memicu luka trauma kita, seperti situasi yang membuat tidak nyaman atau konflik dengan orang yang kita cintai, kita mungkin merasa terus-menerus waspada dan hipervigilans. Ini adalah penjelasan dari Dr. Matthew Tull, seorang profesor psikologi dan peneliti klinis yang mengkhususkan diri dalam kecemasan dan PTSD.

Kita mungkin merasa sulit untuk rileks, menjadi lebih waspada dan sadar akan sekitar kita, serta menghindari hal-hal yang membuat kita merasa bahkan sedikit terancam atau tidak nyaman.

Terkadang, ini bahkan dapat memanifestasikan sebagai gejala fisik seperti telapak tangan berkeringat, denyut jantung meningkat, dan tegangnya otot rahang dan tubuh.

Semua ini terjadi karena kita ingin menghindari terluka lagi dan tidak ingin terkejut, karena trauma telah membuat kita meragukan diri dan orang di sekitar kita serta melihat dunia sebagai tempat yang berbahaya.

Baca Juga: Tidak Bisa Fokus? 6 Tanda Kamu Sedang Depresi, Bukan Malas

5. Rasa Bersalah dan Merasa Tidak Layak

Adalah umum untuk merasa bersalah setelah mengalami peristiwa traumatis, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Gillahan. Banyak orang sering bertanya-tanya apakah ada lebih banyak yang bisa mereka lakukan untuk menghindari peristiwa tersebut.

Namun, terlalu banyak merenungkan pikiran-pikiran negatif ini dapat membuat kita merasa lemah dan tidak layak, serta menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah kita alami.

Ini adalah alasan mengapa korban trauma kadang-kadang mengalami depresi akibat beban emosional yang trauma dapatkan pada harga harga diri kita.

trauma

Kesimpulan

Meskipun trauma dapat memengaruhi kita dalam banyak cara yang berulang, masih ada harapan untuk pulih dan menyembuhkan luka-luka yang telah ditinggalkannya.

Perawatan yang berbasis pada pemahaman tentang trauma dapat membantu kita menjalani hidup yang lebih bahagia dan memuaskan tanpa terbebani oleh masa lalu yang traumatic.

Jangan ragu untuk berbicara dengan seseorang atau mencari bantuan dari profesional kesehatan mental jika Anda mengalami tanda-tanda trauma yang terpicu. Ingatlah bahwa Anda berharga, dan selalu ada harapan untuk pemulihan. Terima kasih telah membaca artikel ini.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan trauma trigger?

Trauma trigger adalah stimulus apa pun yang mengingatkan kita pada trauma masa lalu dan memicu reaksi emosional atau perilaku yang kuat, sehingga kita merasa seolah-olah kita mengalami trauma itu lagi.

2. Apakah semua orang memiliki tanda-tanda trauma yang terpicu?

Tanda-tanda trauma yang terpicu bersifat unik untuk setiap individu, dan tidak semua orang akan mengalaminya. Namun, banyak orang yang mengalami trauma bisa mengidentifikasi beberapa tanda-tanda ini.

3. Bagaimana cara mengatasi trauma yang terpicu?

Mengatasi trauma yang terpicu bisa melibatkan berbicara dengan seorang profesional kesehatan mental, seperti seorang terapis. Terapi trauma-informed dapat membantu individu mengatasi dan memproses trauma mereka.

4. Apakah mungkin untuk pulih sepenuhnya dari trauma?

Ya, sangat mungkin untuk pulih sepenuhnya dari trauma dengan dukungan yang tepat dan perawatan yang sesuai. Proses pemulihan mungkin memerlukan waktu, tetapi banyak orang telah berhasil pulih dan menjalani kehidupan yang bahagia dan sehat setelah mengalami trauma.

5. Apakah self-care penting dalam pemulihan dari trauma?

Self-care sangat penting dalam pemulihan dari trauma. Merawat diri sendiri dengan baik, baik fisik maupun mental, dapat membantu individu mengatasi trauma dan memperkuat kesejahteraan mereka.

Apakah Anda Merasa Terhubung dengan Tanda-tanda Ini?

Jika Anda merasa terhubung dengan tanda-tanda yang telah dibahas dalam artikel ini, penting untuk mencari bantuan dan dukungan. Anda tidak sendirian dalam perjalanan pemulihan Anda, dan ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda mengatasi trauma.

Ingatlah bahwa Anda berharga, dan Anda memiliki potensi untuk pulih sepenuhnya. Terima kasih telah membaca artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

6 Tanda Bahwa Saatnya Melepaskan Sahabat Terbaik Anda

Latest from Blog